Beranda » Artikel » kisah inspiratif dan menyejukan ketika Live in, merasakan hidup sebagai orang susah. -Dua hari bersama pejuang- by KAK Mubarok

kisah inspiratif dan menyejukan ketika Live in, merasakan hidup sebagai orang susah. -Dua hari bersama pejuang- by KAK Mubarok

T Diposting oleh pada 17 April 2017
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 179 kali

Matahari bersinar tepat diatas petala langit, membiarkan awan – awan seputih kapas melewatinya. aku dan siswa siswi sekolah alam lainnya bergegas menaiki kendaraan beroda empat tersebut.
Selama perjalanan hanya ada hamparan tambak, jalanan semi lumpur kami lewati, sedikit guncangan mengganggu kami, satu-dua terjedut kepalanya. di tengah tambat kincir oksigen seakan membuat sejuk suasana.
sesampainya ditempat tersebut, kami diberikan surprise luar biasa yang tidak terkira, masing masing kelompok yang terdiri dari tiga orang diberikan tempat dirumah warga yang berbeda – beda, dalam hal ekonomi dan pekerjaan, kebetulan kelompokku yang terdiri dari aku, yuki, dan yuda mendapatkan rumah sepasang jompo yang romantis *aciee, mereka sudah berumur satu abad dan masih terlihat mesra, mereka tidak dikaruniai anak sama sekali, yang mereka urus selama ini hanyalah kucing kucing kampung terlantar yang mereka rawat sukarela. saat pertama kali datang kami disambut cerita – cerita Bah Waca (si tuan rumah) saat jaman penjajahan belanda, tentang ratu wihelmina dan pejabat tinggi belanda – jepang lainnya, dia bilang sewaktu muda, bom dijatuhkan dimana – mana oleh nipon, indonesia seakan menjadi kacau, tidak seperti sekarang. ia berpindah pindah bersama Mak Tasih (Istrinya) beberapa kali mereka melawan penjajah dengan bambu runcing, sungguh hebat. saat sore kami bertiga membantu Bah Waca mengembala kambing di tambak, dan suasana yang kami rasakan cukup khidmat,s emilir angin dan suara bising burung kuntul mewarnai sore itu, kecipak air turut melagukan suasana senang hatiku.
kami makan dengan sederhana, tidur digigit si penghisap darah yang lumayan banyak, guru pendampingku dan aku tidak bisa tidur karena serangan nyamuk yang tidak terkira.
keesokan harinya aku dan sahabatku Luthfi ngebolang berdua berkeliling desa Betok mati, tahu apa yang kami lakukan berdua? mencari ualr dna hewan – hewna lainnya, selama di perjalanan kami melihat ular, biawak, angsa, bebek, kodok aneh, bunglon, dan lain – lain, itu pun sudah membuat kami senang.
dihari kedua entah mengapa perutku mengempes dan akupun mencoba banyak makan hingga lima kali dalam sehari, wah… tidak tahu beratku naik atau tidak, yang pasti aku lapar sekali.
kami hanya negbolang, lalu sorenya kembali berjalan – jalan di tambak untuk menangkap angin, dan ikut mengembala kambing, serunya aku dan dua sahabat lainnya berseluncur disebuah selokan yang menurun dan terjal hingga kaki kami penuh lumpur dan lumut, tapi itu tak menyurtkan niat kami untuk kembali berlari, kami berlari menemui teman diujung sana yang begitu mengharapkan kami datang, kami lagi – lagi melewati rintangan, rumput tajam dan selokan, setelah itu kami membersihkan kaki yang kotor di tambak ikan dan dimarahi oleh petugas *Aduh…. kacau balau.
hari – hari itu menjadi yang paling indah, tak terasa kami harus berpisah dengan Bah Waca dan warga – warga lainnya, ucapan yang paling kuingat dari Mak Tasih dan Bah Waca adalah.
“Aduh.. kok sebentar banget, pingin atuh mak satu anak cowok sama cewek buat nemenin disini.” Ucpanya sembari tersenyum memamerkan gigi ompongnya.

kami bersalaman dan berpamitan, lalu kembali memasuki mobil di jam sepuluh siang dan kembali ke karawang.

aku jadi lebih belajar, tentang hubungan baik antara manusia dengan manusia lainnya, aku berfikir, tidak selamanya hidup itu diatas, ada kalanya kita hidup dibawah, dan satu lagi, aku jadi lebih menghargai nasi, karena dibalik sebutir nasi yang kita sisakan, ada wajah – wajah orang yang lebih membutuhkan di luar sana.

Belum ada Komentar untuk kisah inspiratif dan menyejukan ketika Live in, merasakan hidup sebagai orang susah. -Dua hari bersama pejuang- by KAK Mubarok

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

a Artikel Terkait kisah inspiratif dan menyejukan ketika Live in, merasakan hidup sebagai orang susah. -Dua hari bersama pejuang- by KAK Mubarok

Sekolah Alam Menurut D. Zawawi Imron

T 30 May 2015 F A AdminSaka

Oleh D. Zawawi Imron Pada umumnya, ruang kelas di sekolah itu dipagari empat keping tembok. Para pendidik tentunya tidak bermaksud agar anak didik sulit melihat keluar sehingga ada jarak dengan alam bebas. Di ruang kelas, anak didik cukup belajar dari... Selengkapnya

ACEH DAY : “SOREM SERAMBI MEKKAH “LESTARI BERSAMA SAKA

SAKANEWS-Karawang (25/05/2017) “sorem serambi mekkah”lestari bersama SAKA”¬† merupakan tema yang di usng dalam program ACEH DAY yang berlangsung pada tanggal 25 Mei 2017 bertempat di Sekolah Alam Karawang. Aceh Day merupakan acara kebudayaan tahunan yang diselenggarakan oleh Sekolah Alam Karawang... Selengkapnya

MARKET DAY CLASS 6

T 24 March 2017 F A rizki

Sakanews-kelas 6 (enam) mengadakan market day Jumat 24 Maret 2017 di sekolah Alam Karawang. “Market day ini bertujuan untuk¬†pembelajaran business sjak dini, melatih pengelolaan kekuangan (omset, untung & rugi), melatih keberanian, melatih kerjasama (dlm hal berbelanja ke pasar, pembagian tugas,... Selengkapnya

+ SIDEBAR